Budaya Kinerja dan Catatan Orang Desa tentang Kota Modern
17/12/2020

Nur Ana sejati adalah seorang ASN yang bertugas di BPKP. Setelah menyelesaikan studi di Australia National University, Dia melanjutkan aktifitas menulis dan menjadi salah satu tim redaksi majalah di tempat Ia bekerja. Saat ini, aktif dalam pergerakan Birokrat Menulis, sebuah pergerakan Literasi bagi Birokrat yang sungguh bermanfaat untuk meningkatkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga pemahaman melalui berbagai paradigma.
Penerima Australia Awards Scholarship, Australia Leadership Awards, dan Alison Sudradjad Prize, sering mendapatkan penugasan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Hal ini yang mendorongnya mengambil topik manajemen kinerja sebagai obyek penelitian program doctoral di Victoria University, Melbourne.
Pertama kali saya bertemu pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh Birokrat Menulis medio april lalu di Makassar. Di saat yang sama dilakukan peluncuran Buku Karya Nur Ana Sejati yang berjudul Budaya Kinerja: Sebuah Upaya Revitalisasi Akuntabilitas Kinerja Sektor Publik.
Nur Ana Sejati menyoroti Sistem Akuntabilitas Kinerja selama ini lebih dianggap sebagai sebuah kewajiban formal dalam rangka penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP), yang saat ini berubah nama menjadi Laporan Kinerja (LAKIN).
Dalam proses penyusunan anggaran, SAKIP sering dipandang sebelah mata baik oleh legislator maupun kepala daerah. Pembahasan lebih fokus terhadap deretan angka-angka, dari pada target kinerja yang ingin dicapai. Bagi tim penyusun, laporan kinerja juga sering dianggap beban.
Sebaliknya, SAKIP harus dipandang sebagai falsafah organisasi yang menggerakan seluruh anggota organisasi untuk mencapai tujuan. Untuk itu, perlu dibangun suatu budaya kinerja, atau biasa disebut sebagai performance-driven culture.
Gagasan yang tertuang dalam buku ini sebagian besar temuan saat melakukan penelitian pada tiga organisasi perangkat daerah pada dua pemda di Indonesia.
Selanjutnya, di saat yang sama diluncurkan buku dengan judul ngGedabrus ing Melbourne: Catatan Orang Desa tentang Kota Modern. Nur Ana Sejati menceritakan semua pengalamannya selama berada di Melbourne. Ia mencatat setiap peristiwa yang dilihat.
Taman Tikus yang menjadi inspirasi dalam menyembuhkan korban kecanduan judi tak luput dari pengamatannya, dan masih banyak lagi pengalaman menarik pada sektor publik yang Ia ceritakan dalam buku ini.
Meskipun belakangan ini pegawai sektor publik Indonesia yang dikirim ke luar negeri semakin kritis, namun belum banyak yang menuangkan pengalamannya dalam bentuk buku.
Sosok Nur Ana Sejati telah menginspirasi saya bahwa anak desa mampu mendorong gerakan literasi di tengah birokrat yang terjebak dalam rutinitas.
Salam Birokrat Menulis

